Ibukotanya adalah Rangkasbitung.
Sejarah Rangkasbitung
Rangkasbitung adalah salah satu kota tua yang sudah ada sejak zaman penjajahan Belanda, pada masa itu Rangkasbitung sempat menjadi kota satelit yang maju. Tata letak kota dibentuk berdasar pada sistem kerajaan, di mana alun-alun, masjid dan pendopo menjadi pusat kota.
Sejarah Rangkasbitung sebenarnya ada dalam beberapa literatur internasional, hal ini dikarenakan seorang asisten residen bernama Eduard Douwes Dekker pernah menulis sebuah buku berjudul Max Havelaar. saat menerbitkan Max Havelaar ia menggunakan nama samaran Multatuli.
Nama ini berasal dari bahasa Latin dan berarti "'Aku sudah menderita cukup banyak'" atau "'Aku sudah banyak menderita'".
Di sini, kata "aku" merujuk pada Eduard Douwes Dekker sendiri atau rakyat yang terjajah.
Nama Multatuli pun menjadi sebuah jalan protokoler dekat alun-alun.
Letak geografis
profinsi : Banten
kecamatan : Rangkasbitung
makanan khas lebak Rangkasbitung
koe jojorang
pasung
leumeung
Kamsupay(alias seupan tapay)opak
rangginang
rempeyekLepeut